Banyuwangi - Pada Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari Senin tanggal
28 Oktober 2024, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siliragung menggelar apel
lintas agama yang penuh makna. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dari
Islam, Kristen, dan Hindu, serta pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang
agama di Kecamatan Siliragung. Kegiatan yang digelar di halaman KUA ini
berlangsung khidmat dan lancar, diisi dengan pesan-pesan persatuan dan nilai
kebersamaan di tengah perbedaan.
Apel hari Sumpah Pemuda ini dihadiri oleh beberapa
tokoh Agama, antara lain Pendeta Lim dari Agama Kristen.; Pendata Trisula,
Pendata Johan Okada.; Mangku Anggito dari Agama Hindu,; dan Gus Badrun Tajalla
dari Agama Islam.
Kepala KUA Siliragung, Saifudin Zuhri, S. AG, dalam amanatnya
menyampaikan pentingnya peringatan hari Sumpah Pemuda sebagai momen untuk
memperkuat ikatan kebangsaan di antara pemuda lintas agama. Ia menekankan bahwa
nilai-nilai persatuan dalam keberagaman perlu dijaga dan dikembangkan agar
menjadi kekuatan bagi bangsa. Menurutnya, Sumpah Pemuda tidak hanya sekedar
sejarah, tetapi merupakan spirit yang harus terus dijaga oleh generasi muda dalam
menciptakan kerukunan dan menghargai perbedaan.
Apel Sumpah Pemuda lintas agama ini juga menjadi ajang refleksi bersama
tentang pentingnya peran pemuda dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman
agama dan budaya. Dengan kehadiran para tokoh agama Islam, Kristen, dan Hindu
yang memimpin doa bersama, acara ini mencerminkan harmoni serta komitmen untuk
memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat Siliragung.
Acara apel lintas agama ini pun berjalan dengan penuh kedamaian dan
khusyuk, diakhiri dengan doa yang dipimpin secara bergantian oleh tokoh agama
masing-masing. Doa tersebut mengandung harapan agar persatuan dan toleransi
dapat terus tumbuh di Kecamatan Siliragung, serta menjadi teladan bagi generasi
muda dalam membangun Indonesia yang damai dan sejahtera.
Dengan terselenggaranya apel lintas agama ini, KUA Siliragung berharap
bahwa nilai-nilai persatuan dan kebangsaan akan terus tertanam kuat dalam jiwa
para pemuda di Kecamatan Siliragung, sehingga mereka bisa berperan aktif dalam
menjaga perdamaian dan keharmonisan hidup bersama di tengah keberagaman. (Kontributor : Rosyida Marzuqoh)